KIM dan Kewirausahaan

10922807_529522753857103_8928882352432576776_n
Perkembangan Media Informasi dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) pada era informasi saat ini memicu persoalan keberlanjutan. Persoalan fungsi KIM dan Media Informasi yang ada mengharuskan pelaku dan penggiat KIM harus berpikir jernih. Persoalan keberlanjutanlah yang mengharuskan kelembagaan harus “menjemput bola” lewat sinergi harmonisasi dengan seluruh informasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Baik kepada sumber berita, pemilihan berita dan bahasa yang jujur aktual dan komunikatif. Sehingga masyarakat yang awam pun dengan memanfaatkan media teknologi dan informatika dapat memanfaatkan informasi tersebut bagi kesejahteraan diri dan lingkungannya.
Fungsi KIM.
1. Sebagai Wahana Informasi, baik antar anggota KIM, antar KIM dengan Pemerintah Kota Malang maupun Pemerintah Kota kepada masyarakatnya. Asas utama pemberdayaan -berorientasi kepada komunitas, ini diharapkan mampu menyerap semua kebijakan Pemerintah. Dan sebagai agen informasi masyarakat, telah mampu, mandiri dan tangguh dalam penyebarluasan informasi pembangunan. Dan keberpihakan kepada masyarakat dapat dikomunikasikan sejajar dengan peran serta (baca Partisipasi) nya dengan karakter Pemda. Utamanya dalam mengurangi kesenjangan informasi,
2. Mitra dialog Pemerintah, dimana peran serta KIM diperlukan dalam mengidentifikasi aspirasi masyarakat berdasar kebutuhan dan karakteristik setempat. Sehingga kebijakan yang dirumuskan kemudian dijalankan akan dapat memenuhi kriteria kebutuhan dan terukur. Dilain pihak, keberadaan KIM dapat memuluskan kebijakan Pemerintah melalui optimalisasi media informasi sesuai dengan perkembangan teknologi internet. Contoh Majalah dinding, Papan Pengumuman Warga, Radio dan Televisi Komunitas, Weblog atau pemanfaatan IPTEK lewat pembelajaran berkala dan berkelanjutan.
3. Sebagai Peningkatan Literasi Masyarakat dibidang Informasi, Media Massa dan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Keberadaan KIM yang ada di Kota Malang telah memenuhi target membelajarkan masyarakat untuk dapat menggunakan kemampuan dirinya dan kelompok membaca menganalisa dan kemudian menggunakannya dalam peningkatan kesejahteraan. Stimulan Dana Hibah kepada Masyarakat Kelurahan di Kota Malang pun telah menaikkan pemahaman akan proses pembangunan dan peningkatan partisipasi massyarakat. Ukurannya adalah pengakuan sebagai Juara LCCK Propinsi Jatim 2013 dan pujian serta pengakuan peserta kunjungan ke KIM Kota Malang adalah nyata.
4. Sebagai Lembaga yang mempunyai nilai ekonomi, 
Informasi yang didapat dari bersinerginya KIM dengan semua SKPD dan segala sumber informasi inilah yang kemudian akan menghasilkan nilai tambah secara ekonomi. Karena berbagai informasi yang di dapat, kemudian diolah dan disebarluaskan kepada masyarakat lewat media informasi KIM.
KIM dan Keberlanjutan Lembaga.
Kinerja Bidang SKDI Dinas Kominfo Kota Malang tahun 2014 menunjukkan hasil yang luar biasa. Kepemimpinan Abah Anton dengan sembooyan Cerdas Ceria dan Cemerlang mengisyaratkan kemajuan pemahaman yang signifikan .
Dimulai dengan membangun KIM dengan semangat KIM Berbasis Potensi Wilayah dan model pembinaan yang stimulatif, dengan mengikutsertakan media cetak dan media bantu lainnya, Dinas Kominfo hendaknya dapat melakukan pembinaan lewat konsep kemitraan. Dalam artian, melakukan sinergi harmonisasi terkait desiminasi informasi berbagai program pemerintah di pelbagai SKPD. Utamanya dalam mensukseskan visi dan misi Walikota Malang. Disamping itu model anggaran hendaknya harmonis dengan kebutuhan dengan aspirasi masyarakat. Bukan memaksakan kehendak lewat program, karena akan menghasilkan bentuk arogansi baru. Dan kita tebak hasilnya akan mengecewakan KIM dan pengguna informasi (masyarakat). Dan kebijakan Walikota sangat dinantikan agar tercipta sinergi dan harmonisasi informasi lewat membagikan sebagian kewenangan kepada masyarakat. Khususnya dalam memunculkan informasi dari masing masing kelurahan, lewat pemilahan informasi yang berbeda dan mempunyai nilai tambah.
Mengingat bahwa keberlanjutan akan bersinggungan dengan kemandirian, maka patutlah KIM sebagai kelembagaan diberikan pengetahuan dan belajar praktis tentang manajemen usaha dan tata laksana organisasi. Semoga inspirasi ini dapat dimaknai positif, dan bukannya menafikan anggaran adalah sandaran utama dari proses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.