Indeks Tulisan

Serangan TOMCAT di Beberapa Daerah di Indonesia

Large_tomcatBeberapa harii ini orang-orang disekitar aku sering sekali bicara tentang wabah tomcat yang menyerang beberapa daerah di Indonesia terutama yang akhir-akhir ini santer dibicarakan yaitu serangan Tomcat di Surabaya. Akhirnya pingin tau juga apa sih sebebarnya Tomcat itu ?
Untuk menghilangkan penarasan saya tentang Tomcat saya kunjungi beberapa web blog yang membahas tentang serangan Tomcat tersebut. Dari beberapa berita dan artikel yang saya temukan salah satunya ada di KOMPASIANA yang menjelaskan tentang tomcat.
Tomcat adalah serangga yang cukup beracun. Serangga ini hidup di daerah yang lembab. Serangga beracun ini biasanya hidup di pepohonan, tambak dan semak-semak. Racun yang terdapat pada serangga ini bisa menimbulkan efek yang cukup menyakitkan di kulit dan berbagai bagian tubuh manusia meskipun tidak sampai mematikan. Serangga Tomcat sesungguhnya adalah sahabat para petani karena termasuk jenis Paederus yang berguna untuk mengusir hama seperti wereng. Wereng merupakan mangsa bagi serangga Tomcat. Ciri dari Tomcat adalah  Tomcat memiliki warna tubuh kuning gelap bergaris hijau serta kepala berwarna gelap dan bersayap, meski kerap kali merangkak.



Tomcat tidak mengigit ataupun menyengat. Tetapi Tomcat akan mengeluarkan cairan otomatis bila bersentuhan atau berbenturan dengan kulit manusia. Gawatnya lagi, Tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya ini pada benda-benda seperti baju, handuk, atau benda-benda lainnya. Meski tak mengigit, serangga ini juga punya cairan racun yang berbahaya di dalam tubuh (kecuali sayap), toxin hemolim. Cairan hemolim atau toksin ini disebut sebagai ‘paederin’:(C24 H43 O9 N). Pada jenis serangga ini cairan yang diduga lebih kuat dari bisa ular kobra.

Paederin adalah zat menyebabkan bengkak hebat, dan menyebabkan reaksi pada kulit sekitar 24 jam setelah kontak. 

Ciri orang yang terkena racun Paederin serangga Tomcat ini adalah

  1. Biasanya kulit akan terasa panas disusul dengan munculnya bintik-bintik gatal, berair dan juga bekas hitam di kulit.  Gatal-gatal yang dalam istilah medisnya disebut Dermatitis Paederus. Meski mengganggu serangan Tomcat ini tidak berbahaya karena racunnya tidak mematikan.
  2. Timbul warna kemerah-merahan pada kulit.
  3. Terjadi iritasi pada kulit.
  4. Kulit akan tampak melepuh akibat adanya iritasi.
  5. Apabila dalam keadaan parah akam timbul nanah pada kulit. 
  6. Dapat menunjukkan gejala tambahan, seperti demam, nyeri persarafan (neuralgia), nyeri tulang (arthralgia), dan muntah.

Cara Pencegahan dan Penanganan Serangan Tomcat :

  1. Hindari kontak langsung dengan hewan ini.  Kontak langsung dengan hewan ini sama saja dengan menempelkan kulit pada racun. 
  2. Bila kamu ingin menyingkirkannya, gunakan kertas atau meniupnya, jangan langsung memegangnya dengan tangan. 
  3. Jika kulit terkena racun Serangga Tomcat segeralah dicuci menggunakan sabun, jangan dikasih odol, minyak kayu putih, balsem, minyak tawon, karena hasilnya akan memperparah reaksi inflamasi pada kulit.
  4. Jangan menggosok kulit atau mata jika bersentuhan dengan tomcat. Racun yang ada pada kulitnya bisa menginfeksi daerah lain yang tersentuh tangan. Cuci bersih tangan sebelum menyentuh bagian tubuh yang lain.
  5. Jagalah Kebersihan Lingkungan. Karena Kebersihan Lingkungan yang baik dapat mencegah serangga Tomcat. Buang tanaman yang tidak terawat dan pastikan kebersihan taman sehingga hewan ini tidak akan bersarang di sana.
  6. Agar tomcat tidak masuk rumah, sebaiknya menutupi jendela dan pintu atau ventilasi rumah dengan kasa nyamuk. Karena biasanya serangga Tomcat menyukai sinar lampu yang terang saat malam hari.
Selalu jaga kebersihan lingkungan, karena lingkungan yang bersih akan membawa pada kesehatan yang lebih baik. Kesehatan tubuh, keluarga, dan kesehatan lingkungan. Jagalah kebersihan karena kebersihan adalah sebagian dari iman.



Sumber Berita :  KOMPASIANA  

One thought on “Serangan TOMCAT di Beberapa Daerah di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.