Perjalanan Sukarno

Lima belas tahun berjuang untuk mencari jati diri, hari ini Sukarno sudah bisa berlega hati. Bertemu putra angkatnya dan sementara harus berdiam di pos assessment Dinas Sosialap3p2kb.

Berawal dari sapaan netizen di media Facebook tentang seorang tua renta yang hidup sendiri tanpa saudara, dirumah seadanya dipinggir kali, maka ditempuh mekanisme lacak warga. Lacak warga yang terdiri dari petugas Dinas Sosialap3p2kb, Lurah, LPM, Puskesos dan satgas Kelurahan Tangguh Bencana Bandungrejosari berhasil menemukan beliau. Dengan waktu tak kurang dari dua jam, team sudah langsung mendapatkan informasi tentang keberadaan Sukarno.

Beliau yang yang sempat hidup selama hampir 15 tahun di klayatan II RT6 RW 12 ternyata bukan warga setempat. Dan cukup familiar dikalangan warga. Bahkan pihak gereja pernah memberikan papan untuk hidup, dan makanan disajikan bergilir oleh warga sekitar. Tempat yang dihuninya pun tak kalah nyaman. Wajarlah kalau beliau yang sebatang kara cukup nyaman. Dan yang luar biasa adalah beliau mencari batu di sungai di bawah rumahnya dan dijual pada warga sekitar.

Siapa yang menyangka kemudian, saat hari Selasa 16/06/2020 beliau harus dibawa ke shelter Dinas Sosialap3p2kb, anak angkatnya menemui beliau. Dan bersungguh sungguh ingin merawat beliau. Bahkan sesampainya di shelter milik Pemerintah Kota Malang yang ada di kampung topeng Buring, beliau merasa nyaman. Semoga Tuhan Yang Maka Kuasa akan memberikan hidayah untuk beliau dan keluarga.

Kontributor berita Djarnoko P
foto pribadi dan KIM BIJAK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.