KIM MESEM Juara, paduan keahlian dan manajemen

Dunia informasi sudah memasuki tahapan 4.0. Dimana media internet sudah menjadi keharusan dan kita sudah harus beradaptasi dengan bijak.

Dalam upaya mengoptimalkan peran penyebarluasan informasi (diseminasi informasi) di masyarakat melalui kelembagaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Dinas Kominfo Kota Malang mengadakan studi tiru ke KIM MESEM Kota Surabaya.

Saat diterima di kantor Diskominfo Propinsi Jatim

KIM MESEM yang berlokasi di kelurahan Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo Surabaya ini memang dipastikan unggul karena proses dan manajemennya yang luar biasa. Tampil elegan dengan seragam kebesaran merah berpadu hitam, Mahfud Hidayat menjelaskan bagaimana mengelola kelompok informasi masyarakat (KIM). “Kami berusaha memotivasi masyarakat dan KIM untuk membuat inovasi setiap waktu” demikian pria sederhana, yang karena kepiawaiannya diangkat sebagai tenaga kerja dikecamatan.

Berbekal 20 anggota KIM yang memang ahli dibidang pemberdayaan masyarakat. Mulai kader lingkungan, UMKM, PKK, fasilitator dan pengusaha kripik tempe, mereka meramu kegiatan dalam bentuk informasi. Bahkan karena “kemendesakan” dan ketiadaan sektor wisata, mereka sepakat untuk berinovasi di konsep kampung wisata lingkungan. Berbekal ketekunan ketrampilan dan sinergi dengan pemerintah setempat, tak terbilang prestasi yang didapat. Bahkan karena konsep wisata dan energi terbarukan mereka menyabet gelar juara kampung smart city. Dan mendapatkan reward 40 juta dari Pemkot Surabaya.

Satu falsafah dalam kegiatan KIM sinergi dengan pemerintah adalah promosi, diseminasi dan potensi wilayah. Lewat keberadaan budaya juara tingkat kota, berkembang inovasi dan kreativitas dalam berbagai investasi, kampung wisata lingkungan salah satunya.

Fungsi ikonik area ini adalah untuk meningkatkan daya saing warga, sehingga prestasi demi prestasi mengikuti.
Beberapa inovasi :
1. Klinik internet sehat
2. Arisan literasi setiap bulan dengan tokoh masyarakat dan kelembagaan tingkat kelurahan
3. KIM MESEM adalah kolaborasi beberapa kepentingan yang bersepakat bahwa informasi adalah pemersatu nya .
4. Sponsorship diperoleh dari akumulasi pemerhati, iklan di web, even organizer, dan mengikuti lomba.

Ojok leren dadi wong apik (Jangan berhenti jadi orang baik)” kata Lurah Supriadi yang ikut mendampingi Sekcam, staf Dinas Kominfo Kota Surabaya, pembina KIM Kota Malang Febrianti Retnosari, 2 orang pengurus FKIM jatim dan 9 orang wakil KIM Kota Malang dan 5 penggiat KIM pada Kamis 5 Desember 2019 disekretariat KIM MESEM.

Saling berbagai potensi lokal dan transfer pengalaman
Berbekal kualitas SDM bagus, kita tingkatkan daya saing kelurahan lewat tata kelola potensi kelurahan

Pantaslah Cak Boni, sekretaris Forum KIM Jatim yang ikut mendampingi studi tiru ini, menyampaikan bahwa setiap KIM yang berprestasi pasti akan didampingi oleh Lurah yang berprestasi pula.

Semoga pembelajaran ini dapat memotivasi KIM Kota Malang dalam upaya bangkit dan berkegiatan.

Kontributor Ario Rachmono

Editor Ario51

Foto dokumentasi kimbijak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.